IHSG Anjlok 7,89% dalam Sepekan, BEI Tetap Catat 3 Obligasi Baru Senilai Rp3 Triliun

  • Inung R Sulistyo
  • Senin, 09 Maret 2026 | 14:03 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Layar perdagangan di Bursa Efek Indonesia menampilkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 7,89% sepanjang pekan 2–6 Maret 2026 dan ditutup di level 7.585,687 di tengah aksi jual investor asing di pasar saham domestik.
Layar perdagangan di Bursa Efek Indonesia menampilkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 7,89% sepanjang pekan 2–6 Maret 2026 dan ditutup di level 7.585,687 di tengah aksi jual investor asing di pasar saham domestik. (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

RIWARA.id, JAKARTA – Kinerja pasar saham domestik melemah tajam sepanjang pekan perdagangan 2–6 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 7,89% dan ditutup di level 7.585,687, dari posisi 8.235,485 pada pekan sebelumnya.

Di tengah tekanan pasar saham tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mencatat aktivitas penerbitan surat utang korporasi. Selama periode tersebut, terdapat tiga obligasi baru yang resmi tercatat dengan total nilai mencapai Rp3 triliun.

Pada Rabu (4/3), Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk mulai diperdagangkan di BEI dengan nilai nominal Rp1,5 triliun.

Obligasi tersebut memperoleh peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yang mencerminkan tingkat kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang. Sementara itu, wali amanat yang ditunjuk adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Masih pada hari yang sama, BEI juga mencatat Obligasi Berkelanjutan III Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan ole h PT Provident Investasi Bersama Tbk dengan nilai Rp940 miliar.

Instrumen utang ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari PEFINDO dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT RMK Energy Tbk juga resmi tercatat dengan nilai Rp560 miliar. Obligasi tersebut mendapatkan peringkat idA (Single A) dari PEFINDO dengan wali amanat PT Bank KB Bukopin Tbk.

 

 

 

Total Emisi Obligasi 2026 Capai Rp40,51 Triliun

Dengan tambahan tiga pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 36 emisi dari 26 emiten dengan nilai sebesar Rp40,51 triliun.

Secara keseluruhan, jumlah obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI saat ini mencapai 682 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp565,70 triliun dan USD134,01 juta, yang diterbitkan oleh 133 emiten.

Selain obligasi korporasi, BEI juga mencatat berbagai instrumen surat utang lainnya, di antaranya:

186 seri Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai nominal Rp6.683,44 triliun dan USD352,10 juta

7 emisi Efek Berag un Aset (EBA) dengan nilai Rp3,67 triliun

Data tersebut menunjukkan pasar surat utang domestik masih menjadi salah satu sumber pembiayaan penting bagi perusahaan maupun pemerintah.

Aktivitas Perdagangan Saham Ikut Melemah

Pelemahan pasar saham juga tercermin dari berbagai indikator perdagangan di BEI selama pekan tersebut.

Kapitalisasi pasar BEI tercatat turun 7,85% menjadi Rp13.627 triliun, dari sebelumnya Rp14.787 triliun pada pekan lalu.

Selain itu, rata-rata aktivitas transaksi harian juga mengalami penurunan:

Frekuensi transaksi harian turun 7,33% menjadi 2,73 juta kali transaksi, dari sebelumnya 2,95 juta kali.

Nilai transaksi harian merosot 16,64% menjadi Rp24,97 triliun, dari Rp29,95 triliun pada pekan sebelumnya.

Volume transaksi harian menyusut 17% menjadi 42,34 miliar lembar saham, dari 51,02 miliar lembar saham.

Investor Asing Masih Jual Bersih

Tekanan di pasar saham juga tercermin dari aksi investor asing yang masih melakukan penjualan bersih.

Pada perdagangan akhir pekan ini, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp263 miliar.

Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing tercatat telah melakukan net sell sebesar Rp7,29 triliun di pasar saham Indonesia.

Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan internasional yang masih tinggi.*

 

IHSG turun 7,89% sepanjang pekan 2–6 Maret 2026. Di tengah pelemahan pasar saham, Bursa Efek Indonesia mencatat tiga obligasi baru dari WOM Finance, Provident Investasi Bersama, dan RMK Energy dengan total nilai Rp3 triliun.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News